Hai, namaku Chika Permata, kerap dipanggil Chika. Aku
pindahan dari Italia dan sekarang aku berada di Indonesia. Kini aku berumur 16
tahun tepatnya aku duduk di bangku kelas 2 SMA. Hari ini adalah Hari dimana aku
pertama kalinya masuk kelas dan bersekolah di Indonesia.
Aku melangkahkan kakiku dengan mantap setelah aku
memakirkan mobilku di area parkir sekolah.
“SMA ku yang baru, I’m coming,” kataku dalam
hati.
Tapi
namanya anak baru, ya manalah tahu ruang kelasnya yang baru. Aku masih melangkahkan
kakiku dengan terus-menerus melewati koridor sekolah. Semua mata tetap tertuju
ke arahku. Tiba-tiba ada seorang cewek yang menghampiriku.
“ Ehm, sorry. Are you new student in this school ?”
tanyanya dengan nada sesopan mungkin.
“ Yeah, that’s right. By
the way do you know class 11 IPA 1?” tanyaku balik dengan
nada yang sama.
“ Kamu lurus aja sampe
ruang guru itu, nah disebelah kanan ruang guru ada tangga, kamu naik aja ke sana,
terus belok kiri di gang abis tangga. Kamu lurus terus, nah disana ada
perpustakaan, kamu belok kanan. Kelas kamu sebelum kelas 11 IPA 2. Ngerti kan?”
tanya cewek itu setelah memberitahuku dan aku mengangguk-angguk mencoba
mencerna.
“ Thanks,” jawabku
dengan santai.
Aku lalu mencari dimana letak kelasku. Bel tanda masuk
berdering. Aku masih di depan kelas menunggu wali kelas 11 IPA 1, sedangkan
anak-anak yang lainnya masuk ke dalam kelas mereka masing-masing sambil
menatapku dengan tatapan heran. Beberapa menit kemudian Pak Fahmi datang.
Setelah Pak Fahmi datang beliau mengajakku masuk dan menyuruhku memperkenalkan
diriku ke teman-teman sekelas.
“ D’accordo. Bungiorno!
Mi chiamo Chika, sono di Italia. Graziemille!” kataku dengan khas logatku.
Tiba-tiba
siswa sekelas baruku tercengang. Mungkin Pak Fahmi mengerti mengapa
siswa-siswinya tercengang dan beliau segera memintaku mengganti bahasaku dangan
bahasa Indonesia. Untung saja, aku sudah belajar sedikit demi sedikit bahasa
Indonesia. Ya… walaupun belum terlalu lancar. Dan dengan senang hati, aku
mengulangi perkenalan diriku lagi dengan memakai bahasa Indonesia. Dan akhirnya
teman-teman sekelasku paham.
“ Baik,ada yang mau
tanya?” Pak Fahmi membuka sesi tanya jawab untukku murid baru.
Tiba-tiba seorang cowok yang bernama Asep, ia sebagai
ketua kelas tunjuk tangan “Apa kamu bisa mengajarkan kita untuk berbahasa
Italia?” tanya Asep.
“ Tentu. Dengan senang
hati…,” jawabku lalu tersenyum.
Setelah aku menjawab semua pertanyaan dari teman-teman kelasku
yang baru, Pak Fahmi menyuruhku duduk disebelah Serra. Aku yang sebelumnya
nyantai banget, tiba-tiba menjadi bingung lantaran teman-teman baruku
memandangiku seolah aku adalah seorang ratu baru yang datang di istana mereka.
Tapi, yang membuatku lebih kaget, ternyata aku duduk didepan cewek yang ngasih
tahu jalan ke kelas ini tadi. Pantesan aja dia hafal banget jalannya karena ini
kelasnya. Dan setelah kita berkenalan, ternyata nama cewek itu Kayla.
Saat
istirahat banyak anak-anak yang mendekatiku dan mengajakku untuk berkenalan.
Mungkin karena sikapku yang ramah dan gampang nyambung walaupun bahasa
Indonesia ku tidak begitu lancar, dalam sehari saja aku sudah dapat banyak
teman.
“ Chika, bener kamu
belum terlalu lancar bahasa Indonesianya?” Serra bertanya dengan cemas.
Aku menatapnya dengan heran “ Emang kenapa? Kamu mau
ajarin aku berbahasa Indonesia?”
“ Yah kalo lo sendiri
mau,” jawab Serra segera. Aku hanya mengangguk.
“ Udah ah, yuk! Gue
ajak lo jalan-jalan keliling sekolah, biar tambah gaul,” ajak Serra.
“ Nah ini kelas 11 IPS 2
Chika, gosipnya disini isinya anak-anak yang suka rame, duh cewek-ceweknya
dandannya nomor satu pokoknya. Dan kalo 11 IPS 3 anaknya agak kalem-kalem, bisa
dibilang agak kuper. Tapi anak-anaknya lebih pinter daripada anak kelas 11 IPS 2,
udah gitu cowok-cowoknya lumayan cakep juga. Nah yang terakhir 11 IPS 1, itu kelas anak-anak
yang paling pinter diantara semua anak-anak IPS, kalo ada olimpiade ekonomi
atau akuntansi biasanya guru-guru ambil anak dari kelas ini. Kalo kelas yang
ini 11IPA3 Chika, ini gudangnya para atlet sekolah. Liat tuh yang berdiri
bersandar dipintu. Itu namanya Adjie. Bintang sepak bola di sekolah, dia pernah
diskors 1 minggu lantaran nendang cowok yang ngegoda ceweknya. Korbannya sampe
masuk rumah sakit. Kalo yang lagi duduk disana. Itu namanya Rama. Bintang Basket
di sekolah ini juga, preman depan
sekolah pernah
juga dilempar pake bola basket
sampe babak belur gara-gara ngerayu ceweknya. Makanya hati-hati aja Chika!” jelas Serra panjang lebar.
# # #
Setelah 1bulan di kelas aku merasa semakin betah, karena kelasnya diisi anak-anak
yang pintar tapi kocak abis. So, kelasnya juga di namakan “HIGH CLASS MUSICAL” karena nggak cewek-nggak cowok suka sama musik.
“ Hidup tanpa musik terasa dunia itu hampa!!!” itulah pendapat yang aku
dapatkan dari teman-teman kelasku.
Nggak kaya kelas 11
IPA 2 yang penuh dengan orang-orang serius. Bel istirahat
berbunyi, aku, Serra , dan Kayla pergi ke kantin untuk merasakan menu makanan
yang baru yang ada di kantin sekolahku. Saat kita sedang asyik mencicipi
makanan tersebut tiba-tiba segerombolan cowok datang menghampiri.
“ Hey, pasti lo yang namanya Chika?” tanyanya.
“ Iya. Gue Chika!” jawabku santai.
“ Kenalin, gue Rico,” ucapnya sambil menjulurkan tangannya. Aku
membalasnya.
Setelah lama aku dan Rico
berbincang-bincang, tiba-tiba bel masuk berbunyi.
“ Sorry, aku duluan yah....” ucapku.
“ Mau di anter?” tawarnya.
“ Nggak usah. Aku sama teman-temanku aja, lagi pula arah kelas kita
berbeda,” tolakku halus.
“ Lain waktu?”
“ Gimana nanti aja!” Aku dan teman-temanku berlalu dari hadapan Rico dan
teman-temannya.
Suasana di kelas saat ini
benar-benar sangat ramai dikarenakan Pengajar yang dijadwalkan sekarang tidak
masuk, beliau sedang sakit. Seperti biasanya jika tidak ada
pengajar pasti kelas ramai, ada yang ngegosip, ngobrol, tidur, dan yang utama
ada yang nyanyi-nyanyi.
“ Chik, lo tau nggak?”
tanya Serra.
“ Emangnya, ada apa?”
tanya balikku.
“ Insya allah kelas
kita mau ngadain acara buka puasa bareng di rumah Kayla,”
“ Ooooo….”
“ Lo mau ikut nggak?”
“ Insya allah kalo gue
ada waktu,”
“ Gue harap lo bisa
datang….”
“ Gue usahain….!”
Setelah beberapa menit kemudian, seorang guru masuk ke
dalam kelasku, mungkin untuk menggantikan Pak Irawan yang sedang sakit. Dan
benar saja ternyata Bu Sonia masuk untuk menggantikan tugasnya Pak Irawan. Kita
sekelas mulai membuat sebuah permainan yang asyik untuk mengisi waktu luang
ini. Tak terasa ternyata bel pulang berbunyi. Aku dan teman-temanku pulang ke
rumah kita masing-masing. Dan seketika sekolah menjadi sepi.
“ Chika,” seru Serra.
“ Kenapa?”
“ 1 bulan lagi ada
acara buka puasa tuh…,”
“ Terus??”
“ Nanti berangkat ke
rumah Kayla, bareng sama gue yah!!” pinta Serra.
“ Of course!”
# # #
Ramadhan tiba seiring terbukanya pintu maaf Illahi dengan segenap kerendahan hati dan
keikhlasan mohon dimaafkan atas salah, khilaf, ucapan dan perbuatan yang tidak
berkenan. Selamat menunaikan ibadah puasa.
Akhirnya bulan yang ditunggu oleh umat islam pun datang,
yaitu Bulan Ramadhan yang penuh berkah. Tepat pada perjanjian semula bahwa anak
kelasku akan mengadakan acara buka puasa bareng di rumah Kayla yang akan datang
lusa nanti.
Tepat pada hari ini acara itu pun di mulai, aku dan Serra
datang pagi-pagi ke rumahnya untuk membantu-bantu disana. Ya… namanya acara
buka puasa pasti pada datang sore, tapi sekitar jam 2 siang banyak anak yang
sudah datang. Sambil menunggu anak-anak yang belum datang, aku dan yang lain
jalan-jalan disekitar kawasan rumah Kayla.
Waktu adzan pun tinggal beberapa menit lagi tapi ada
salah satu anak dari kelasku yang belum datang, namanya Eldo. Sambil menunggu
adzan berkumandang aku dan yang lain menyiapkan makanan untuk berpuka puasa
nanti yang akan dilaksanakan di ruang mushollanya.
ALLAHU
AKBAR… ALLAHU AKBAR… adzan pun berkumandang saatnya untuk kita berbuka puasa.
“ Kay, si Eldo kemana?
Masa jam segini dia belum datang?” tanyaku pada Kayla.
“ Nggak tau… nyasar
kali tuh orang!” jawabnya santai.
“ Cie… Chika nanyain,
ada apa tuh…???” ledek Rizka salah satu teman kelasku.
“ Suka yah..??”
tambah Dewi.
“ Siapa lagi yang suka
sama dia, just nanya. Nggak boleh?” jawabku dengan nada yang sinis.
“
Biasa aja mbak….,”
Setelah kita semua selesai berbuka puasa, kita sholat
maghrib berjama’ah. Setelah itu kita menyantap menu makanan yang sudah disediakan.
Sambil kita asyik menyatap makanan tersebut kita juga berfoto-foto. Tak terasa
waktu adzan isya pun berkumandang, kita semua mengakhiri makan kita untuk
melakukan sholat isya dan tarawih berjama’ah di musholla rumah Kayla. Ketika
kita selesai sholat isya ternyata Eldo dan teman-temannya datang. Tapi, dia
datang tidak sendiri, dia membawa teman-temannya yang berbeda kelas denganku dan
yang lainnya.
“ Do, lo kok bawa
mereka sih??? Mereka nggak sekelas sama kita!” ucap Kayla kesal.
“ Udahlah it’s oke,
cause tadi gue abis ada acara dulu sama mereka. Gue kan nggak enak kalo misalnya
gue sendiri kesini, ya udah gue bawa mereka aja ke sini….!” jawab Eldo santai.
“ Kay, numpang ya…
males nih, gue pulang ke rumahnya!” ujar Kevin memelas.
“ Terserah lo deh,”
jawab Kayla cuek dan meninggalkan mereka.
Terpaksa deh, Kayla menerima Kevin, Doni, dan Rico di
rumahnya. Tapi, ternyata eh ternyata asyik juga loh mereka!!! Nggak sia-sia
juga Eldo membawa mereka ke acara ini. Hehehe….
# # #
Mulai dari situlah aku mulai dekat dengan Rico, n’tah
kenapa aku merasa tenang jika ada disampingnya. Apakah aku sedang jatuh
cinta?? Ah, nggak mungkin aku jatuh cinta kepada Rico?? Sungguh aneh! Ya, kalo
aku akuin dia memang yang manis diantara yang lainnya dan dia juga aktif di
sekolah.
Tapi,
sayang banyak yang nggak suka dengannya karena dia sering mempermainkan
perasaan seorang wanita. Semalaman penuh aku berbincang-bincang dengannya,
n’tah itu tentang dirinya ataupun diriku kita saling terbuka saja. Tak terasa
begitu lamanya kita mengobrol ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi
dan tepat satu jam lagi waktu untuk sahur.
Kita
semua yang berada diatas untuk turun ke halaman rumah Kayla, karena akan ada
acara bakar-bakaran. Jangan salah loh, bukan bakar rumah tapi bakar ayam!
Sekitar pukul 02.30 bakar ayam pun selesai dan siap untuk di hidangkan. Hmm…
lezat!! Pukul 03.00 kita memulai acara sahur bareng, kemudian disusul oleh
sholat berjama’ah di musholla.
Seperti
biasanya setelah sholat subuh kita semua tewas seketika alias tidur. Jangan
salah sangka loh, kita tidurnya di pisah kok!! Masa cowok-cewek tidur masal
bareng? Oh My God!! Apa kata dunia??
Matahari
bersinar terang, menyambut kita semua dengan sinarnya!!! Sekitar jam 08.00 pagi
kita baru bangun karena kita semua tidur seusai sholat shubuh dilaksanakan dan kita
semua semalam suntuk bergadang. Pukul 09.30 kita semua sudah rapih dan kita
siap-siap untuk melaksanakan jadwal acara kegiatan kita selanjutnya.
Hari
ini kita akan jalan-jalan ke T.A ( Taman Anggrek ) setelah itu kita baru ke
mall. Di sana kita menonton sebuah film yang ditulis oleh Andre Hirata, yaitu
Sang Pemimpi. Pada pukul jam 14.00 kita baru pulang ke rumah kita
masing-masing. Acara pun ditutup.
# # #
Setelah
lamanya liburan bulan ramadhan kita masuk sekolah kembali. Beberapa lama
kemudian kisah cintaku di mulai. Aku mulai lebih dekat dengan Rico, dan kita
saling bertukar surat. Dari situlah rasa itu muncul. Rasa yang dirasakan oleh
semua insan di dunia ini. Rasa yang dimiliki oleh semua makhluk ciptaan Tuhan.
Ya… rasa itu adalah CINTA.
Cinta
yang dapat membuat semua orang mengorbankan apapun. Cinta yang datang begitu
bahagia dan berakhir meninggalkan luka. Cinta yang datang dengan sendirinya dan
pergi dengan sendirinya.
Saat
itu ku pikir dia juga memiliki rasa yang sama sepertiku, tapi mungkin itu hanya
perasaanku saja. Memang dia pernah menembakku menjadi pacarnya, tapi aku tak
begitu percaya.Ya… walaupun aku mengharapkan dia menyayangiku lebih dari
seorang teman.
Ketika
dia menembakku, beberapa hari kemudian sebelum aku menjawab “YA atau TIDAK” aku memberinya beberapa syarat, tapi setelah
itu jarak kita terputus. N’tah apa penyebabnya? Hanya Tuhan lah yang tahu. Aku
dengannya tak ada komunikasi. Tak pernah bertukar senyum. Tak pernah saling
menyapa. Aku tak tahu apa yang harusku lakukan, mungkin aku belum pantas
mendapatkannya. Dan seperti kebanyakkan orang di malam yang sejuk… aku hanya menulis
hitam diatas putih. Menulis apa yang inginku katakan suatu saat nanti, n’tah
dengan siapa? Aku hanya menulis apa perasaanku saat itu.
Aku bukan seorang Pujangga
Yang dapat merangkai kata………….
Aku bukan seorang Penyair
Yang dapat merangkai kata……………
Aku bukan seorang puitis
Yang dapat merangkai kata……………
Tapi , aku hanyalah manusia biasa
Yang dapat mengatakan
Apa yang sesungguhnya
Bahwa aku “ MENCINTAIMU………”
Dan cintaku berakhir
tanpa ada kisah yang pasti antara aku dengannya.
TAMAT
Ending
:
· D’accordo : Oke.
· Bungiorno : Selamat Pagi/ Hallo.
· Mi Chiamo, Chika : Nama Saya, Chika.
· Sono Di Italia : Saya Dari Italia.
· Graziemille : Terima Kasih Banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar